Sabtu, 07 November 2015

Perakitan Komputer TKJ

  1. BIOS (Basic Input Output System)   

    BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.
  2. Pengertian BootingBooting dalam bahasa Indonesia dapat diartikan menghidupkan computer. Booting terbagi menjadi dua cara, yaitu cold boot dan warm boot. Kedua booting tersebut sebenarnya sama. Hanya saja, keduanya dibedakan pada kapan waktu kita harus melakukan cara cold boot dan kapan waktu melakukan dengan cara warm boot.
      
  3. First Booting
    Sebelum melakukan instalasi sistem operasi, baik itu windows xp, 7 maupun 8 bahkan sistem operasi linux pun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah setting BIOS, istilah setting BIOS disini adalah mengubah media first boot computer menjadi source atau sumber instalasi,  Secara default atau pada awalnya first boot semua computer adalah harddisk maka pada tahap ini kita akan coba mengubahnya menjadi CD/DVD ROM karena kita akan menginstal computer melewati media DVD. Salah satu hal penting yang harus kita ketahui tentang first boot adalah, sebuah proses ketika  pertama kali computer hidupkan maka computer akan membaca media yang berada di settingan first boot. Mari kita ke langkah-langkah kerjanya
  4. MENU BIOS

    FUNGSI MENU PADA BIOS

    FUNGSI MENU PADA BIOS
    MENU SUB MENU FUNGSI
    ADVANCED BIOS FEATURES Interupt Mode (PIC/PIC)
    PIC = dapat melakukan interrupt sebanyak 16 interupt
    APIC = 23 interupt
    Untuk menghindari konflik resource pada saat sebagian besar slot PCIdipenuhi oleh periperhal
    CPU Fast Strings Mempengaruhi kinerja cache L1 pada CPU. Ubah settimg menjadi Enabled
    MPS Control for OS (1.1/1.4) Berfungsi jika menggunakan 2 processor atau lebih.
    ADVANCED CHIPSET FEATURES
    (Kemmpuan untuk melakukan tweaking untuk meningkatkan kinerja)
    Compatible FPU OPCODE
    (Enabled/Disabled)
    Melakukan emulasi FPU yang dapat meningkatkan kinerja pada P-4 sehinggga memberikan kompatibilitas yang lebih besar. Seting Disable agar kinerja CPU tidak lambat dalam melakukan kalkulasi.
    ATA 66/100 IDE Cable Msg (Enabled/Disabled) Pilih Enabled. Untuk memilih 40 pin (ATA 66) atau 80 pin (ATA 100) yang berfungsi untuk meningkatkan transfer data.
    USB 2.0 HS Refer Voltage (Low/Medium/High/Max) Hanya tredapat pada board baru untuk meningkatkan kecepatan USB 2.0. pilih Maximum
    Delay Prior to Thermal (4/8/16/32) Hanya ada di P-4. untuk menentukan lama prosessor berada pada modus lambat ketika terjadi overhead (panas berlebih)
    Power Management Setup
    Mengatur penghematan energi
    ACPI Suspend Type, S1 (POS) / S3 (STR) S1 = PC akan lebih cepat karena hanya Hdisk, CP dan monitor yang dimatikan.
    S3 = semua perangkat dimatikan kecuali RAM. Untuk menghemat energi.
    S3 lebih rumit dari S1, pilih S1. berlaku hanya pada Win2000 dst.
    Frequency/Voltage Control Mendukung peningkatan kecepatan CPU dan RAM. Peningkatan tegangan listrik dapat membantu mengatasi komponen bermasalah akibat overclocking.


    AGPCLK/CPUCLK Fitur dilengkai dengan “pembagi variable yang dapat mengatur frekuensi antara AGP dan PCI agar tidak bergantung pada FSB. Atur pilihan pada “Fix” agar frekuensi AGP dan PCI selalu tetap pada 33 atau 66 MHz.
    Virus Warning (Enabled/Disabled) Untuk memproteksi virus sebelum booting yang menyerang boot sector. Fasilitas ini dapat menyebabkan kegagalan ada instalasi routin software. Lebih baik di Disable saja
    CPU Level 1 Cache (Enable/Disable) Bermanfaat pada saat overclocking dalam mengidentifikasi penyebab kegagalan overclock. Pilih Enable jika melakukan overclock dan pilih Disable jika tidak melakukan overclock.
    CPU level 2 Cache (Enable/Disable) Untuk mendeteksi penyebab kegagalan overclock. Pilih Disable agar CPU dapat di-overclock.
    CPU L2 cache ECC Checking (Enable/Disable) Berfungsi untuk pengecekan ECC (Error Correcting Code) jika ada. Enable-kan fungsi ini untuk mendeteksi dan mengoreksi single-bit error data yang disimpan dalam L2 cache. Selain itu, dapat mendeteksi double-bit error tp tidak bisa mengoreksi. ECC bisa membuat system stabil dan reliable, khususnya jika di-overclock. Lebih baik pilih Enable.
    Processor Number Feature (Enable/Disable) Hanya berlaku pada processor P-3. memungkinkan untuk mengecek apakah seri dari P-3 bisa dibaac dari program eksternal. Pilih Disable
    Quick Power On Self Test (Enable/Disable) Meng-enable fitur ini dapat mempersingkat sejumlah tes dan melewati tes-tes yang lain pada saat booting. Sehingga booting menjadi lebih cepat. Lebih baik pilih Enable
    Boot Sequence Menentukan urutan booting.
  5. Instalasi
    Instalasi adalah pemasangan sofware atau aplikasi untuk menjalankan sebuah komputer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar